MENU

Buana Lintas Lautan Bisa Kembali Ikut Tender Tanker Pertamina
Rabu, 03 Oktober 2018

JAKARTA - PT Buana Lintas Lautan Tbk resmi terbebas dari sanksi PT Pertamina (Persero). Hal itu kemudian membuat Buana Lintas Lautan dapat kembali mengikuti tender kegiatan pengadaan barang atau jasa untuk Pertamina.

 

“Kami berterimakasih atas kesempatan baru yang diberikan oleh Pertamina. Tentunya dengan pemulihan hubungan BULL dengan Pertamina, kami dapat secara positif menantikan tender-tender baru dari Pertamina yang mana tentu saja membawa angin segar bagi perseroan,” ujar Direktur Utama Buana Lintas Lautan Kevin Wong dalam pernyataan resminya. 

 

Sebagai informasi, perusahaan dengan kode emiten BULL tersebut mendapatkan sanksi dari Pertamina sejak Maret 2018. Ini lantaran ketiga kapalnya dianggap belum memenuhi kewajiban kepabeanan. Oleh sebab itu, pembebasan sanksi hitam dari Pertamina ini membuat BULL bakal menyediakan armada-armada kapal tanker yang berkualitas dengan tarif kompetitif. Ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah baik bagi Pertamina maupun Perseroan.

 

Kevin pun menyatakan terkait tiga kapalnya yang menjadi penyebab sanksi hitam bukan merupakan kesengajaan untuk mempersulit maupun merugikan Pertamina. “Perseroan selalu berusaha memenuhi kewajiban kepabeanan tersebut jauh sebelum kapal-kapal disewakan kepada Pertamina. Hanya saja, proses administrasi instansi pemerintah yang berkaitan dan berurutan serta adanya hal di luar perkiraan, menyebabkan proses kepabeanan belum selesai pada saat dilakukan tender,” terang dia.

 

Namun, lanjut Kevin, semua proses kepabeanan telah diselesaikan pada 2016. Kapal-kapal yang dibeli oleh perseroan sebelum dan sesudahnya juga tidak pernah mengalami masalah dalam proses importasi dan menyelesaikan urusan kepabeanan tepat waktu. “Selanjutnya, seperti yang telah selama ini kami lakukan, perseroan bertekad untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik dengan kualitas armada yang tertinggi bagi charterer, baik untuk Pertamina, maupun klien-klien perseroan yang lain”, tutup Kevin.

sumber (Kompas.com)