MENU

Harga Batu Bara Berbalik Melemah
Jumat, 03 Agustus 2018

Harga batu bara mengakhiri reli penguatan tiga hari berturut-turut setelah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (2/8/2018). Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak Agustus 2018 ditutup melemah 0,38% atau 0,45 poin di level US$117,35 per metrik ton.

 

Harga batu bara mengakhiri reli penguatan tiga hari berturut-turut setelah pada perdagangan sebelumnya, harga batu bara Newcastle ditutup menguat 0,21% atau 0,25 poin ke level US$117,80 per metrik ton. Di bursa komoditas Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Agustus 2018 juga ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,42% atau 0,40 poin ke level US$94,75 per metrik ton. Pelemahan harga batu bara ini berbanding terbalik dengan harga minyak mentah yang justru rebound setelah pulih dari tekanan sebelumnya yang disebabkan tanda-tanda berlanjutnya suplai pasokan serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

 

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik US$1,30 dan berakhir di US$68,96 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Kamis (2/8/2018). Total volume yang diperdagangkan mencapai sekitar 28% di bawah rata-rata 100 hari. Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober ditutup naik US$1,06 di level US$73,45 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ini diperdagangkan premium US$5,79 terhadap WTI Oktober.

 

Harga minyak AS naik 1,9% setelah laporan Genscape dikabarkan menunjukkan jumlah persediaan di Cushing, Oklahoma, mengalami penurunan sebesar 1,1 juta barel.

“Ini menjadi sesuatu yang mengingatkan kita atas kuatnya permintaan,” kata Phil Flynn, analis pasar senior untuk Price Futures Group Inc. "Penurunan itu cukup besar. Hal tersebut mengubah pergerakan pasar [minyak].”