MENU

Harga Karet Tertekan Sentimen Perang Dagang & Krisis Turki
Senin, 13 Agustus 2018

Penguatan yen akibat gejolak keuangan di Turki berikut sejumlah sentimen negatif menghantam harga karet pada perdagangan hari ini. Harga karet untuk pengiriman Januari 2019, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), berakhir melemah 0,35% atau 0,60 poin di 171,70 yen per kg, setelah dibuka turun 0,30 poin di posisi 172.

 

Di Shanghai Futures Exchange, harga karet untuk pengiriman Januari 2019 juga terkoreksi dan berakhir turun 0,80% atau 100 poin di posisi 12.440 yuan per ton, setelah dibuka melorot 1,28% atau 160 poin di posisi 12.380. Menurut Gu Jiong, Analis Yutaka Shoji, bursa karet tertekan penguatan yen serta kekhawatiran mengenai perang dagang.

“Para pedagang juga mencermati dampak ketegangan antara Amerika Serikat dan Turki terhadap pasar berkembang,” tambah Gu Jiong, dikutip Bloomberg.

 

Nilai tukar yen hari ini terpantau lanjut menguat 0,51% atau 0,56 poin ke posisi 110,26 per dolar AS pada pukul 14.07 WIB, setelah berakhir menguat 0,24% atau 0,27 poin di posisi 110,82. Yen menguat untuk hari kedua saat investor memilih menjauhi aset berisiko dan beralih pada aset safe haven di tengah kekhawatiran tentang pergolakan keuangan di Turki.

 

“Permasalahan pada Turki utamanya karena defisit transaksi berjalan dan gejolak politik, jadi langkah apa pun hanya akan berdampak sementara sampai dua faktor tersebut diselesaikan,” ujar Shinichiro Kadota, senior FX dan yen-rates strategist di Barclays Securities Japan.

 

Seperti diketahui, penguatan nilai tukar yen Jepang membuat harga komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang ini menjadi relatif lebih mahal bagi para pembeli luar negeri. Dampaknya, permintaan akan komoditas ini berpotensi menurun. Meski demikian, menurut Sim Moh Siong, FX strategist di Bank of Singapore Ltd., krisis pada Turki bukanlah risiko yang utama mengingat bangsa tersebut telah membatasi hubungan ekonomi dengan dunia.

 

“Perang dagang AS-China lebih berisiko bagi emerging markets, dengan China telah mengungkapkan pelonggaran moneter dan fiskal demi menahan segala perlambatan,” jelas Sim.

 

Menurut Takaki Shigemoto, analis perusahaan riset JSC, kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi di China dan jumlah stok yang lebih tinggi juga dapat menekan harga. Jumlah stok karet yang dimonitor Shanghai Futures Exchange dilaporkan meningkat 1% menjadi 542.773 ton pekan lalu.